DOA YANG DIRINDUKAN
Bima Saputra
Di suatu hari saat aku kecil aku selalu berdoa di saat selesai sholat aku selalu meminta kepada Allah untuk di jadikan pemain sepak bola yang bisa membanggakan kedua orang tua saya, dan bisa membawa kedua orang tua saya ke tanah suci Mekkah untuk melaksanakan ibadah haji.Di waktu kecil tidak pernah merasa lelah untuk mewujudkan doa yang pernah saya ucapkan. Di setiap hari saya selalu bermain bola sama teman-teman sampai adzan maghrib berkumandang, tetapi selesai bermain bola sata temen-teman saya menambah latihan sendiri di rumah, seperti sprint pendek, zig-zag, shit-up, back-up, dan pull-up.
Sehingga umur saya beranjak dewasa saya di bimbing oleh ayah saya untuk lebih keras lagi untuk berlatih menjadi pemain sepak bola yang handal. Di setiap hari libur saya di latih ayah saya di lapangan, saya menambah latihan sendiri karena saya tau kalau cuma mengandalkan latihan di Academi saya tidak bakalan cukup untuk menjadi pemain yang handal. Saya terus melatih skill mengolah bola dan kecepatan agar tidak hilang dan supaya di saat latihan di Academi saya terlihat ada peningkatan dari latihan sebelum-sebelumnya.
Setelah bertahun-tahun saya berusaha, di suatu hari ada seleksi masuk team buat persiapan piala soeratin. Saya mengikuti seleksi itu dengan teman-teman Akademi saya, hingga masa seleksi sudah berakhir saatnya penentuan buat siapa yang lolos seleksi, dan di situ saya merasa sedih karena saya tidak lolos dan teman-teman saya banyak yg lolos pada seleksi tersebut. Saya merasa putus asa saat itu saya selalu memikirkan kenapa saya tidak lolos pada seleksi tersebut padahal saya selalu rajin latihan dan menambah di rumah. Saya iri sama teman-teman saya yg lolos pada seleksi itu.
Suatu hari ada seorang yg memberi motivasi kepada saya, dia selalu berkata "Ayo nak jangan menyerah sampai sini, umur kamu masih muda masa kamu masih panjang jangan sampai doa yg kamu impi-impikan hilang begity saja, kamu boleh menyerah apa bila kamu mengalami kelumpuhan seperti saya,tapi kamu masih kuat untuk mengejar cita-cita yang kamu impikan, buatlah kedua orang tua kamu dan orang-orang yang kamu sayangi itu bangga melihat kamu sukses nanti". Dari motivasi tersebut saya bangkit dari yang namanya putus asa.
Di suatu saat ada yang memberi tau saya kalau 1 bulan lagi ada seleksi persegres U15 dan posisi saya berumur 14thn. Semenjak ada info saya sangat rajin berlatih sendiri untuk mengikuti seleksi tersebut. Saat hari seleksi tiba saya tidak menyangka kalau saya lolos seleksi sampai tahap terakhir. Di tim yg saat ini saya bela saya merasa bangga karena saya di posisikan sebagai pemain inti. Kali ini tim saya mengikuti tournament di surabaya yang sangat bergengsi, saya dan teman-teman tim saya bekerja keras untuk menjadi juara di tournament kali ini, dan di ujung tournament saya sangat senang karena tim saya mendapat juara 1 yang akan mewakilkan kota surabaya ke tingkat provinsi, saat itu tournament di lanjutkan di malang saya tetep semangat meskipun pemain lawan mempunyai kelebihan sangat bagus, Saya dan temen-teman akhirnya memenangkan pertandingan pertama dengan sekor 2-0, dan lolos pada babak semi final di semi final saya di kalahkan oleh tim yg sangat luar biasa, saya pun mendapat juara 3 di tournamnet lanjutan ini.
Stelah telah saya lebih dewasa saya merasakan perbedaan yang luar biasa, saya merindukan saat usia saya masih kecil karena saya tidak pernah lepas dari namanya bola. Tapi di masa sekarang ini banyak penghalang untuk melakukan latihan, seperti sekolah yg pulangnya lebih sore, belom lagi tugas yang di berikan guru sangat banyak, jadi waktu luang sangat lah menipis untuk di jadikan latihan di rumah, karena itu saya sangat merindukan masa kecil saya, saya ingin masa kecil itu ter ulang lagi:( .

Komentar
Posting Komentar